Berbagai masalah lambung, usus, dan pencernaan
1. Terbukanya Misteri Bisul Saluran Pencernaan (Gastrik Ulcer):
Perut dan usus kecil bagian
atas dikenal sebagai organ-organ “gastrik”. Infeksi gastrik (gastritis) dan
bisul (peptic ulcers) dapat menjadi mimpi buruk bagi perut dan usus kecil Anda.
Penyebab dari kedua penyakit ini tetap menjadi misteri hingga sekitar lebih
dari dua dekade lalu. Pada bulan Oktober 2005, penghargaan Nobel Prize
diberikan kepada dua dokter peneliti yang menemukan penyebab kedua penyakit ini
di tahun 1984. Para ilmuwan ini menemukan, dan mengkultur/membiakkan bakteri
tak dikenal yang hidup di dalam perut separuh dari penduduk dunia, termasuk
anak-anak dan orang dewasa. Bakteri ini kemudian diberi nama Helicobacter
Pylori (disingkat menjadi H.pylori).
H. pylori menyebabkan lebih
dari 90% bisul pada usus kecil duodenal bagian atas dan hingga 80% dari bisul
perut. Bakteri patogen ini menyebabkan penyakit pada 15% orang yang tubuhnya
mengandung bakteri ini. Jumlah ini menunjukkan bahwa ratusan juta penduduk
dunia, setiap saat, berpeluang besar
untuk mengalami gastritis atau ulkus peptik. Bakteri ini tinggal di dalam perut
selama berpuluh tahun sampai muncul kesempatan untuk menjadi aktif dan
mengakibatkan radang atau bisul di saluran pencernaan. Gastritis dan peptic
ulcers tidak hanya mengakibatkan rasa sakit tetapi juga berdampak serius bagi
kesehatan atau nyawa seseorang.
2.
Kanker
Gastrik:
Penemuan terbaru lain yang tak
kalah penting adalah bisul gastrik ternyata merupakan pemicu utama dari kanker
gastrik. Lebih dari 80% penderita kanker gastrik terinfeksi dengan H.pylori.
Kanker gastrik merupakan kanker mematikan kedua di dunia dan pertama di negara
Asia seperti Jepang dan beberapa bagian di China dan Taiwan. Setengah juta
penduduk di seluruh dunia setiap tahunnya mengidap kanker karena infeksi
bakteri H. pylori.
Kebanyakan penderita kanker
gastrik berkembang di dalam perut dan menyebar ke esophagus, usus kecil atau
organ-organ lain. Sekarang ini H. pylori diakui oleh World Health Organization
(WHO) sebagai karsinogenik kelas I, dan
agen penyebab gastrik carcinogenesis (yang berkembang menjadi kanker). Jenis
kanker lain yang dikenal dengan Gastrik Non-Hodgkin’s Lymphoma, juga dikaitkan
dengan infeksi H.pylori dan 92% dari penderita lymphoma ini terinfeksi dengan
H.pylori. Lebih lanjut, penelitian beberapa waktu belakangan ini menghubungkan
H. pylori dengan penyakit lain. Penemuan-penemuan ini membuat infeksi H.pylori
dan pengembangan lain dari gastritis dan peptic ulcer merupakan ancaman serius bagi kesehatan.
Kebanyakan dari kita tanpa disadari memiliki bakteri penyebab bisul ini di dalam perut kita. Di atas kertas, kita adalah bom waktu bagi terjadinya bisul gastrik yang siap meledak dalam kondisi stress, kondisi gizi buruk, atau masalah genetik. Beberapa di antara kita bahkan mengalami kanker perut sebagai akibat dari bisul. Bisul gastrik sendiripun sudah cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan perdarahan internal yang berbahaya. Penemuan ilmiah yang memberikan peringatan pada kita ini memaksa kita untuk berpikir dua kali tentang apa saja yang hidup di perut kita sekarang ini! Bisul gastrik merupakan penyakit kronis yang berbahaya, dan menjangkiti sejumlah besar manusia sepanjang hidup mereka. Penderita bisul gastrik semakin bertambah jumlahnya di berbagai negara karena lingkungan yang kurang bersih, atau kehidupan modern yang serba stress.
Terapi obat farmasi sekarang
tersedia untuk membasmi infeksi H.pylori. Namun demikian, sebelum mendapatkan
terapi semacam itu, seseorang harus secara waspada menelaah berbagai masalah
yang muncul bersamaan dengan terapi ini. Terapi yang kini digunakan untuk
mengobati bisul gastrik mengharuskan penggunaan dua jenis antibiotika berbeda
yang mahal dari berdosis tinggi (total beberapa gram dalam sehari) dan obat
(asam pembasmi yang berfungsi mengeluarkan bakteri/acid secretion inhibitor)
selama 2 minggu untuk menghilangkan bakteri penyebab bisul gastrik. Terapi ini
pada awalnya dapat berhasil pada beberapa orang, namun mengakibatkan masalah
serius sebagai berikut:
1. Terapi mengakibatkan
keracunan pada sistem dan liver karena campuran obat yang digunakan.
2. Terapinya mahal.
3. Menetralkan asam lambung tak baik untuk
pencernaan makanan, dan pembasmian mikroba patogen.
4. Terapi ini membunuh bakteri ‘baik’ di dalam
usus.
5. Terapi dapat mengakibatkan rantai bakteri
H.pylori yang resistan dan menjadi lebih sulit untuk dibasmi.
6. Beberapa orang mengalami alergi terhadap
antibiotika dan obat yang digunakan dalam perawatan.
7. Tidak ada jaminan keberhasilan pengobatan
baik secara temporer maupun permanen.
8. Obat-obatan ini tidak selalu tersedia untuk
semua orang di seluruh dunia.
9. Obat-obat ini tidak dapat mengobati
perut/lambung dan usus yang mengalami kerusakan setelah pembasmian mikroba.
10. Infeksinya dapat terulang kembali, sehingga pengobatan yang bersifat toksik/beracun dan penuh masalah harus kembali diulang.
Masalah yang timbul karena resistansi bakteri H.pylori terhadap obat menjadi perhatian yang serius. Rantai bakteri yang sudah resistan ini dapat menemukan jalan masuk ke sistem pencernaan mereka yang belum pernah terinfeksi atau sudah pernah dirawat sebelumnya. Hal ini berarti, obat-obatan, seiring dengan berjalannya waktu tidak akan efektif dan dapat menciptakan rangkaian bakteri H.pylori yang sifatnya super-infectious yang dapat menular/epidemic. Pada kenyataannya pengobatan terkini dengan menggunakan obat-obatan telah berkembang menjadi perawatan yang terdiri dari dua fase untuk mengatasi resistansi bakteri. Dua fase berarti pasien diobati dengan obat sebanyak 2 kali dengan menggunakan campuran obat yang berbeda. Hal ini berarti kadar racun dan permasalahan lainnya menjadi berlipat dua kali. Terdapat berbagai masalah nyata yang terkait dengan pengobatan terkini dengan obat untuk mengatasi peptic ulcers yang telah memberikan banyak bukti dan pertimbangan untuk mencari alternatif penyembuhan baru yang alami dan tidak beracun.
Strategi alternatif untuk mencari solusi bagi ancaman pencernaan ini, dapat ditemukan dengan menggunakan penelitian ilmiah yang terpercaya, pengendalian kualitas (quality control), dan molekul alami. Strategi ini tak hanya difokuskan untuk melawan bakteri penyebab penyakit tetapi juga memfokuskan pada hal-hal yang terabaikan pada terapi pengobatan biasa: yakni membantu perut dan usus yang terluka untuk memperbaiki dan memulihkan diri. Selain itu, tak seperti pengobatan dengan obat, molekul alami dapat digunakan lebih aman dibandingkan terapi dengan obat kimia karena sifatnya yang tidak beracun. Kabar baik untuk Anda adalah: FKC telah menerapkan strategi ini dan telah menyediakannya untuk Anda hari ini.
Tahukah Anda bahwa nyeri lambung, kembung, mual, tukak lambung, dan radang lambung berkaitan dengan keberadaan bakteri Helicobacter pylori? H. pylori saat ini merupakan bakteri penyebab infeksi terumum di dunia. Diperkirakan setengah populasi dunia terinfeksi bakteri H. pylori. Bakteri tersebut mudah menyebar melalui makanan, cairan, atau peralatan terkontaminasi.
Bakteri H. pylori dikenal oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai karsinogen kelas 1, yang berarti bakteri tersebut diyakini dapat menyebabkan kanker. Kenyataannya, >80% penderita kanker lambung (kanker paling mematikan kedua) terinfeksi bakteri H. pylori dan 92% pasien limfoma Non-Hodgkin (NHL) lambung terinfeksi bakteri H. pylori. Hal yang paling menyulitkan: infeksi bakteri H. pylori telah terjadi pada lambung selama beberapa waktu tanpa disertai gejala, dan infeksi akan berlangsung terus sampai perawatan khusus dilakukan.
Kenyataannya, terapi obat medis untuk mengatasi H. pylori dapat menyebabkan beberapa efek samping.
Menanggapi hal ini para ilmuwan
di FKC International, Inc menciptakan StomaPure. StomaPure difokuskan untuk
mengatasi penyakit lambung secara alami dengan menggunakan kombinasi ilmiah
dibuat dari vitamin, mineral dan nutrisi, untuk memulihkan kesehatan Anda
dengan perlahan dan secara holistik.
Ilmuwan FKC percaya bahwa
sangat penting untuk memanfaatkan metode paling minim racun dalam proses
penyembuhan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut dan efek samping yang
berbahaya. Sebuah tinjauan cepat dari "kemungkinan efek samping" dari
paket informasi obat yang diberikan kepada Anda oleh apoteker dengan resep obat
konvensional seringkali cukup untuk membuat Anda bertanya-tanya apakah Anda
membuat masalah Anda lebih baik atau lebih buruk.
Para ilmuwan di FKC percaya
metode terbaik untuk mengobati masalah lambung adalah untuk membantu perut dan
usus yang terluka memperbaiki diri dan pulih secara alami melalui penggunaan
bahan-bahan alami yang secara sinergis dikombinasikan ditemukan di StomaPure.
StomaPure bekerja dalam beberapa cara yang unik. StomaPure menggabungkan vitamin, mineral, dan nutrisi ilmiah terbukti mengendalikan infeksi bakteri H. Pylori, untuk menyembuhkan jaringan lambung yang rusak, meminimalkan oksidasi selama perbaikan jaringan lambung, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, dan untuk mempromosikan dan mendukung kesehatan lambung secara keseluruhan.
Keuntungan lain dengan pendekatan naturalistik untuk penyembuhan adalah bahwa tidak seperti obat konvensional, formulasi molekul alami dapat digunakan lagi dan / atau dengan frekuensi yang lebih besar dari terapi obat konvensional karena sifat beracun dari bahan-bahan mereka. Ini berarti bahwa tidak seperti siklus terapi obat konvensional yang menciptakan efek samping dan memungkinkan hanya penggunaan jangka pendek karena kemungkinan toksisitas, produk FKC dapat digunakan secara aman dan dengan keyakinan dan ketenangan pikiran sampai Anda mendapatkan kembali kesehatan Anda. Produk ini juga dapat digunakan secara proaktif untuk menjaga kesehatan tanpa risiko efek samping dan munculnya kembali penyakit seperti yang ditemukan dengan terapi obat konvensional.
StomaPure di desain untuk :
•
Secara
alami memulihkan jaringan lambung yang rusak dengan bantuan vitamin A dan Seng
•
Meningkatkan
sistem imun untuk melawan infeksi dengan bantuan mineral esensial tembaga dan
vitamin A
•
Mengandung
vitamin, mineral, dan fitonutrisi esensial yang membantu menjaga kesehatan
lambung
•
Mengandung
vitamin A, Sulforaphane, dan fitonutrisi gingerol yang terbukti secara ilmiah
mampu mengontrol infeksi akibat bakteri H. pylori
• Mengandung antioksidan kuat yang meminimalisasi oksidasi selama perbaikan jaringan lambung
Kualitas
FKC menggunakan produk dengan kualitas terbaik dan manufaktur terbaik. Semua produk kesehatan FKC dikembangkan di Amerika Serikat dan diproduksi di AS sesuai dengan peraturan ketat dari GMP FDA.
Konsultasi dan Pemesanan,
hubungi via WA
























